Membentuk Pemimpin Masa Depan Berbasis STES
Sekolah Anak Indonesia memadukan Sains, Teknologi, Entrepreneur, dan Sosial dalam lingkungan berasrama yang hangat, menciptakan generasi kritis, kreatif, dan berakhlak mulia.
100%
Pendidikan Berbasis Aset
100%
Kurikulum STES
50+
Prestasi Siswa
1 : 5
Rasio Pendampingan
Akreditasi A
Badan Akreditasi Nasional
4 Pilar Kurikulum STES
Sistem pembelajaran terintegrasi yang melatih daya pikir saintifik, ketangkasan teknologi, keberanian berwirausaha, dan kepekaan sosialEksplorasi Sains & Ekologi Terapan
Siswa tidak sekadar menghafal teori fisika dan biologi, namun melakukan penelitian lapangan langsung di laboratorium terbuka, riset keanekaragaman hayati, dan pengolahan energi terbarukan di lingkungan sekolah.
Riset data biologi dan fisika di alam
Riset data biologi dan fisika di alam
Inovasi Teknologi Digital
Siswa tidak hanya diajak menguasai sintaks pemrograman, namun mengembangkan solusi teknologi disruptif seperti Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan (AI), dan sistem keamanan terdistribusi untuk tantangan dunia nyata.
Eksperimen perangkat cerdas dan Sensor
Monitoring dan peluncuran ide digital
Pengembangan Ide dan Ekosistem Startup
Siswa tak hanya dituntut menghafal teori bisnis dan pemasaran, namun melakukan validasi ide bisnis langsung di sekolah, riset segmentasi pasar, dan manajemen sumber budaya usaha yang berkelanjutan.
Monitoring & validasi model bisnis
Presentasi startup & kompetisi
Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Siswa tidak hanya mengamati dinamika sosial, namun terlibat langsung dalam pemetaan masalah, perancangan solutsi inklusif, dan pengabdian masyarakat untuk dampak positif yang berkelanjutan.
Riset partisipatif di komunitas
Implementasi solusi tepat guna
Buletin Cerita Masa Depan
Alumni
“
Pendidikan berbasis aset efektif ketika diterapkan dan disesuaikan dengan materi yang berhubungan berdasarkan budaya kita, khususnya materi-materi dasar.
Nelson Mandela Yikwa, Tolikara
IPB University Bogor, Peternakan
Lulusan SAI 2025


“
Pendidikan berbasis aset seperti yang dijalankan di SAI merupakan langkah yang relevan, kontekstual, dan berdaya tahan jangka panjang, terutama dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan dan bermakna secara lokal. Saya memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk berpendapat, berdiskusi, dan mengkritisi sesuatu.
Desy Boban, Asmat
IPB University Bogor, Bidang Bisnis
Lulusan SAI 2024
“
Pendidikan berbasis aset menumbuhkan pola pikir yang berorientasi pada solusi, mendorong saya untuk mencari tahu “apa yang bisa saya lakukan?” dan “bagaimana caranya? PBPM benar-benar membantu saya untuk bangun pola pikir yang kuat, tidak kalah dengan keadaan, dan selalu mencari solusi!”
Zhey Nabila Datu Bintoen, Asmat
Berea College, Kentucky USA, Food Technology
Lulusan SAI 2023


“
Melalui PBPM kami belajar memahami akar budaya kami sendiri serta mengenali dan mencari tahu apa saja permasalahan yang ada di daerah sehingga kami sendiri bisa mencari solusinya. Di sisi lain, kami juga dibekali dengan keterampilan seperti berpikir kritis, teknologi, dan kolaborasi. Hal ini tertanam sampai saya kuliah dan selesai, saya terlatih mulai mencari tahu akar masalah dari sesuatu, lalu seperti apa penyelesaiannya agar studi saya tidak terhambat.
Dorthea Yappen, Tambrauw
Universitas Udayana Bali, Kesehatan Masyarakat, S1 2025
Lulusan SAI 2021






