Pekan Budaya Papua 2025 Sekolah Anak Indonesia

Siswa SMP sedang menjelaskan produk inovasi daging asap dengan asap cair

Sekolah Anak Indonesia (SAI) di bawah Yayasan Alirena kembali menggelar Pekan Budaya Papua ke-5, sebuah perayaan lima hari yang menghadirkan karya, inovasi, dialog budaya, lomba antar-sekolah, serta gagasan-gagasan baru tentang masa depan Papua. Berlokasi di Sentul, Bogor, SAI sebagai sekolah berasrama anak Papua melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum Pengkajian Budaya Papua & Modernisasi (PBPM) yang menekankan pendidikan berbasis aset: manusia, alam, dan budaya, yang di dalamnya terdapat Sains, Teknologi, Entrepeneurship, Sosial (STES).

Pekan Budaya Papua telah menjadi panggung kolaborasi nasional, yang mempertemukan:

  • pendidik–naradidik dalam inovasi pendidikan kontekstual,
  • pelaku UMKM dan profesional dalam memajukan ekonomi kreatif,
  • komunitas & budayawan dalam merawat identitas dan keberlanjutan,
  • seniman & tokoh publik sebagai pemantik dialog dan perubahan sosial.

Kegiatan tahun ini dirancang sebagai laboratorium pendidikan masa depan Papua, yang sarat ideinovasi kreativitas, dan panggung seni yang menghubungkan budaya Papua dengan modernisasi secara cerdas dan relevan.

Rangkuman Kegiatan Pekan Budaya Papua ke-5

HARI 1 – Pesta Budaya di Kampungku Papua

Acara dibuka dengan tradisi Bakar Batu yang disantap bersama seluruh pengunjung, diikuti pameran budaya suku Jawa, Sunda, Tionghoa, Batak, hingga Toraja dan Forum Dialog Budaya yang membagikan cerita tentang masakan masing-masing suku yang disajikan baik dari sisi sejarah, filosofi dan keunikannya. Acara juga dimeriahkan dengan beberapa penampilan seni seperti:

  • tarian Sunda & vokal dari Sekolah Pelita Insani
  • tarian Tionghoa & wushu dari Sekolah Bina Kebajikan

Para narasumber kemudian diundang untuk “memasak” bakar batu dengan menggunakan bubigi dan memakai bahan baku dan bumbu khas masing-masing daerah. Bubigi adalah alat memasak tradisional Papua Tengah dalam ukuran yang tidak terlalu besar, menggunakan rangkaian ranting lentur dan daun yang dibentuk melingkar menjadi rangka “tungku” bakar batu. Bubigi merupakan bakar batu versi rumah dengan porsi yang lebih kecil yang pada awalnya untuk memfasilitasi aktivitas dan kebutuhan di hutan. Bubugi hanya memerlukan waktu +/- 60 menit dibandingkan dengan bakar batu tradisional yang membutuhkan waktu 3-4 jam.


Pada hari yang sama diluncurkan empat buku karya siswa dan alumni SAI yang diterbitkan PT Terbit Cerita Masa Depan:

  1. Sungai Kemabu dan Sungai Degeabu
  2. Denyut Nadi
  3. Namendek–Budaya An Pigagin
  4. Bara Kecil di Tanah Tinggi: Memoar Anak-Anak Intan Jaya

Peluncuran buku diulas oleh:

Mgr. Aloysius Murwito, OFM–Uskup Agats, Lenang Manggala–Founder Nyalanesia, Wigati Yektiningtyas–akademisi Universitas Cendrawasih, Clara Ng–penulis buku anak, Mandala Manurung–akademisi Universitas Indonesia, Sultan Musa–penulis buku & traveler.

Acara hari pertama juga dimeriahkan dengan Lomba Fashion Show(jenjang PAUD/TK dan SD) dan Lomba Tari Kreasi(jenjang SMP dan SMA).

Rektor ITB Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan tim

HARI 2 – Kampung Mandiri, Imajinasi Masa Depan

Talkshow Kampung Mandiri

Talkshow diisi oleh:

  • Anis Labene, B.Sc. (anggota DPRD Papua Tengah)
  • Yoshua Gombo, Ph.D. (Founder Konstruksi AI)
  • Sujimin, S.Ag., M.Si. (Jimmy Hantu Foundation)

Moderator: Dion Agung dengan pemaparan materi Kampung Mandiri

Hari kedua dilengkapi Lomba Desain Poster Kampung Mandiri (jenjang SMA) dan penampilan komunitas seni.

Anis Labene, DPRD Provinsi Papua Tengah

HARI 3 – Realitas Papua & Cerita Masa Depan

Tema hari ketiga membahas realitas sosial, budaya, dan masa depan generasi muda Papua.

Pembicara:

  • Prof. Cahyo Pamungkas (BRIN)
  • JJ Rizal, S.S. (pendiri Komunitas Bambu)
  • Paul Shady (rapper & kreator konten Nabire)
  • Desy Boban (alumni SAI, mahasiswi IPB)
  • Gardion Zanambani (siswa SAI kelas 9)

Perlombaan yang digelar: Lomba Foto dan Poster Edukasi Realitas Papua (jenjang SMP).

Penampilan Komedi dan hiburan oleh Yohanis Pangkey dan Paul Shady.

Captions

HARI 4 – Pendidikan Berbasis Aset Melahirkan SDM Praktisi Abad ke-21

Talkshow bersama:

  • H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. (melalui video khusus)
  • Dr. James Modouw, M.MT. (akademisi dari Universitas Cenderawasih)
  • Dr. Sutanto, S.Si., DEA (akademisi dari Universitas Sebelas Maret)

Hari keempat fokus pada pameran karya, demo teknologi juga ditandai peresmian Studio Kopi Hutan Papua dan Studio Flour & Beyond oleh Fajar Mulyana atas fasilitas kewirausahaan siswa yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia. Ibu Gemala Rabi’ah Hatta MRA., M.P.H., putri Proklomator Bung Hatta juga hadir pada kesempatan yang istimewa ini.

Perlombaan:

  • Lomba Mewarnai Honai (jenjang PAUD/TK)
  • Lomba Menggambar Budaya Papua (jenjang SD)
  • Lomba Poster Edukasi (jenjang SMP)
  • Lomba Meracik Kopi Papua (jenjang SMA & Umum)

Penampilan seni:

  • Musik dan lagu oleh Yoram Jacobs Ramandey
H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.
Nelson, salah satu siswa Sekolah Anak Indonesia sedang berinteraksi dengan Narasumber yakni Dr. James Modouw, M.MT. dan Dr. Sutanto, S.Si., DEA

HARI 5 – Sains, Teknologi, Entrepreneurship, Sosial (STES): Modal Kemandirian Anak Papua

Hari terakhir fokus deklarasi Pendidikan Berbasis Aset yang ditegaskan oleh publik, akademisi, komunitas, dan tamu khusus yaitu Bapak Bima Arya (Wamen Dalam Negeri).

Captions

Foto bersama dengan Bapak Bima Arya (Wamen Dalam Negeri)
Foto bersama dengan tamu undangan

Tamu Kehormatan & Mitra yang Hadir

Acara dihadiri oleh berbagai pemimpin lembaga dan tokoh penting, antara lain:

  • Rektor ITB Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan tim
  • Dr. Decky, M.H. (Ketua IKBP Jabodetabek)
  • Ishak Barasati, S.Pd. (Sekretaris Dinas Kabupaten Intan Jaya)
  • Ike Selviany, A.P., M.Si. (Kabid Disbudpar Kabupaten Bogor)
  • Nina Nurmasari, M.Pd. (Sekdis Arsip & Perpusatakaan Kab Bogor)
  • Dadan Herdiana, M.Pd. (Pembina SMP – Disdik Kabupaten Bogor)
  • Ariani Anida, M.Pd. (Cabdin Pendidikan Wilayah I)
  • Siti Maemanah (Pengawas SD- Disdik Kab Bogor)
  • Madsoli, M.Pd. (Pembina SD – Disdik Kab Bogor)
  • Wasto Sumarno, S.Hut. (Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor)
  • Sitti Utamai Haryanti, M.Hum. (Dirjen PNBFKI – Kemendikbud)
  • Gemala Rabi’ah Hatta, MRA., M.P.H. (putri dari Bapak Proklamator Muhammad Hatta)
  • Charles “Chato” Toto (The Jungle Chef)
  • Rumah Kopi Ranin (mitra SAI)
  • Kayuh Literasi (Komunitas Literasi)

Sponsor dan Media Partner

Sponsor:
PT Freeport Indonesia, Sinarmas, Kementerian Kebudayaan RI, Laskar 19, Patra Jasa, Indonesia Junior Soccer League, Comforta, Simply Fresh Organik Indonesia, Jimmy Hantu Foundation, PT Want Want Indonesia, Greebel, Lider Lab.

Media partner:

Tempo, DAAI TV.

Total Pengunjung

Selama lima hari, Pekan Budaya Papua ke-5 mencatat sekitar 600 pengunjung dari Bogor, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya.

Penutup

Pekan Budaya Papua ke-5 membuktikan bahwa pendidikan untuk anak Papua tidak hanya bertumpu pada akses dan fasilitas, tetapi pada proses menemukan dan mengolah aset terbesar Papua yaitu alam, budaya dan manusianya sendiri. Ketika diberikan ruang aman untuk berekspresi, anak-anak Papua mampu menciptakan inovasi, seni, dan gagasan yang menyalakan masa depan kampungnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *