Konsep Pendidikan Sekolah Asrama Mandiri 2017-10-25T02:49:20+00:00

Project Description

Konsep Pendidikan Sekolah Asrama Mandiri

1.     Problem

Program pendidikan sering dilaksanakan dengan visi yang kurang tajam, tanpa strategi yang jelas dan tidak terukur. Sistem di sekolah menjadi statis, tidak mengenal dinamika pendidikan internasional. Kemampuan guru sangat tertinggal. Kurangnya infrastruktur membuat daerah menjadi terisolasi dalam keberadaan alam yang masih sangat berat. Orang tua dan komunitas kurang mengerti pentingnya pendidikan, sehingga nilai-nilai adat sering kali “berbenturan” dengan program pendidikan. Misalnya anak-anak lebih “diharuskan” terlibat dalam upacara adat dan tidak hadir di kelas untuk belajar.

Sistem pendidikan sebagai rel panduan dari sisi pemerintah pusat dan pemerintah daerah sering kali tidak jelas dan membingungkan di sekolah daerah. Pemerintah tampaknya sering sulit mengimplementasikan dan mengukur sistem yang diinginkan ke sekolah-sekolah di daerah-daerah.

Program Perguruan Tinggi (PT) kurang terarah. Lulusan SMA masuk PT dalam bidang yang kurang sesuai dengan potensi daerah. Tidak ada pemetaan potensi daerah yang lengkap, yang bisa menjadi panduan visi pengembangan daerah. Paling tidak ada 2 masalah dengan mahasiswa Papua: 1) Kurang mampu bersaing secara akademis; 2) Bidang yang ditekuni kurang relevan dengan potensi di daerahnya.

Ketertinggalan dan kemiskinan adalah realitas Papua pada hari ini. Potensi daerah tidak dikembangkan dan dimiliki oleh masyarakat Papua sendiri. Harkat dan pencitraan menjadi bagian dari dinamika Papua – Orang Papua hidup dalam kemiskinan di atas tanah yang sangat kaya dan orang lain yang menikmati kekayaan tersebut.

Gambar 1. Problem tantangan pendidikan Papua

2.     Visi

Pendidikan harus dimulai dengan visi yang jelas, yaitu anak bangsa mencintai dan memiliki daerahnya. Anak Papua disiapkan menjadi pemimpin masa depan, yang mengenal daerahnya, sehingga bisa mencintai dan mempunyai kapabilitas untuk memilikinya. Dengan demikian Papua bisa menjadi relevan di tengah kancah internasional. Pada waktu visi ini menjadi realitas, eksploitasi lingkungan dan HAM menjadi tidak relevan. Pendidikan mempunyai peran langsung dan sangat penting untuk menciptakan kesejahteraan Papua, pendidikan yang ber-VISI mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu dan tangguh.

Gambar 2. VISI – Anak Bangsa Mencintai & Memiliki Daerahnya

Kesejahteraan tercapai pada waktu pengembangan sumber daya alam dilandasi oleh pengembangan sumber daya manusia dalam suatu visi pembangunan yang jelas dan terukur; peran pendidikan menjadi sangat kunci.

3.     Sekolah Asrama Mandiri (Sekas Mandiri)

Pendidikan melalui pola Sekolah Asrama Mandiri yang dikonsepkan oleh Yayasan Alirena bisa menjadi alternativ pengembangan masyarakat Papua. Melalui sekolah berpola asrama pengembangan kognitif, emosi dan spiritual anak bisa menjadi lebih utuh, mengingat realitas adat yang sering menjadi penghalang. Mental dan daya juang anak untuk mampu mandiri dan bersaing terbentuk dengan lebih cepat.

Konsep mandiri adalah pengembangan awal kemampuan riil (skill) untuk anak-anak mengelola alamnya. Hasil dari lahan yang mereka kelola dipakai langsung untuk kebutuhan pangan mereka sehari-hari. Dengan demikian ongkos operasional sekolah bisa lebih ringan. Metode kemandirian ini dilakukan dengan pendekatan bisnis modern, yaitu hasil lahan dihitung dengan cermat, sehingga hasil yang dipakai sudah diketahui nilai ekonominya. Konsep Sekas Mandiri memperlengkapi anak dengan teknologi yang relevan dan penguasaan menghitung untung rugi suatu aktivitas bisnis.

Pada waktu model kemandirian ini sudah dikuasai oleh Sekas Mandiri, masyarakat sekitar akan dilibatkan, sehingga masyarakat juga mempunyai kemampuan mengelola lahan dengan nilai pasar yang sudah terhitung dan menguntungkan. Sekas Mandiri menjadi titk awal pengembangan ekonomi masyarakat.

Gambar 3.  Sekolah Asrama Madniri, Sekas Mandiri

4.     Konsep Vertikal Sekas Mandiri

Konsep Sekas Mandiri mempunyai implikasi pengintegrasian sinergi kerja sama antar beberapa SKPD. Tujuan program Sekas Mandiri tidak lagi hanya menghasilkan anak didik dengan angka raport dan UN yang memenuhi syarat kelulusan. Sekas Mandiri menyiapkan pemimpin masa depan, dengan memberikan kesempatan anak-anak terlibat dalam pengembangan potensi daerah dalam kapasitas terbatas. Melalui program pendidikan bermodel Sekas Mandiri, daerah mempunyai kesempatan untuk berkembang. Karena itulah keterlibatan SKPD lainnya sangat diperlukan. Misalnya perlu ada peningkatan infrastruktur, keterlibatan Dinas PU menjadi sangat penting. Perlu ada keterlibatan dari Dinas Pertanian/Kehutanan/Perikanan dll. tergantung dari hasil apa yang dikelola di Sekas. Pada waktu program ini sudah berjalan dan ada hasil awal, kesempatan untuk melibatkan pemerintah pusat menjadi sangat terbuka.

Melalui Sekas Mandiri, program pendidikan berkembang, infrastruktur berkembang, ekonomi berkembang, kepedulian masyarakat yang artinya modal sosial berkembang dan rasa damai aman pun bisa tercipta.

Gambar 4.  Konsep vertikal Sekas Mandiri

5.     Konsep Horisontal Sekas Mandiri

Mengingat jurang ketertinggalan yang sangat lebar, program pendidikan yang terintegrasi dari SD-SMA dengan metode pembelajaran yang bisa mempercepat proses pemahaman akan sangat kunci.

Mengapa program SD-SMA yang terintegrasi? Mengingat ketertinggalan yang sangat jauh dan landasan dasar yang lemah, perlu fokus yang lebih banyak di SD. Paling tidak waktu seorang anak ada di SD kelas 5, kemampuan akademis sudah normal. Dengan mengintegrasikan SMP & SMA, pendidikan anak bisa menjadi lengkap, dari sisi akademis, bakat dan eksposure terhadap dunia nyata. Kami menargetkan mata pelajaran yang harus sudah selesai di kelas 10, atau maksimum kelas 11. Pelajar mempunyai waktu lebih untuk pengembangan-pengembangan lainnya. Percepatan seperti ini menjadi lebih mudah pada waktu program SD-SMA terintegrasi di satu tempat. Lahan mandiri akan lebih memampukan anak untuk mengembangkan skill riil, khususnya yang berkaitan dengan potensi daerahnya.

Dengan pemetaan potensi daerah yang baik, lulusan SMA bisa lebih tahu dan siap memilih bidang yang harus dia tekuni dan kuasai di PT. Dinas Pendidikan mempunyai kapasitas dan insentif untuk membantu anak tersebut berhasil.

Gambar 5.  Konsep Horisontal Sekas Mandiri

6.     Mulai Dengan Visi, Pemetaan Awal

Tanpa visi tidak ada masa depan. Pengembangan pendidikan Papua harus dimulai dengan visi yang jelas dan tajam, yang mampu diterjemahkan menjadi strategi dan program yang terukur. Visi adalah suatu realitas masa depan yang harus mampu diperjuangkan mulai dari titik realitas saat ini. Untuk mampu mempunyai visi yang jelas dan tajam seperti itu, perlu ada pemetaan yang baik. Pemetaan yang baik harus berdasarkan data dan informasi yang akurat.

Data yang dibutuhkan pada waktu pemetaan awal:

  1. Kependudukan: Jumlah KK per-kampung, jumlah kampung, distrik, suku
  2. Pendidikan: Jumlah sekolah dan status fungsi sekolah, jumlah murid, guru, dll
  3. Infrastruktur: Jalanan, sungai, jembatan, listrik, air bersih, signal konektivitas, dll
  4. Logistik: Alat transportasi, gedung pemerintahan, antenna BTS, genset, gudang BBM, dll
  5. Kesehatan: Natalitas, morbiditas, mortalitas
  6. Potensi daerah yang ada

Gambar 6.  Pendataan & Pemetaan langkah penting dalam Tahapan Awal

Bersama dengan Dinas, data itu dipetakan dan menjadi alat untuk menentukan strategi dan program. Dalam perencanaan itu perlu juga dibahas alat dan mekanisme untuk mengukur dan mengevaluasi program, hal ini sering kali tidak menjadi bagian perencanaan dan pembuatan sistem. Dari perencanaan ini diuraikan dalam suatu alur waktu atau roadmap dan dengan capaian-capaian yang jelas.

Kesejahteraan tercapai pada waktu pengembangan sumber daya alam dilandasi oleh pengembangan sumber daya manusia dalam suatu visi pembangunan yang jelas dan terukur; peran pendidikan menjadi kunci.

Kembali

Bagikan

Leave A Comment